Kebosanan mulai merayap sejak saya tinggal di rumah mertua. Saya berada di lingkungan baru, tanpa kenal siapa pun selain keluarga besar mertua. Malam ini, sambil menulis, saya mencoba merenung: kegiatan atau pekerjaan apa yang bisa saya tekuni untuk mengusir rasa jenuh ini?
Sebelumnya, saya sempat mencari kesibukan di kebun mereka. Namun, karena latar belakang saya bukan petani, saya bingung harus memulai dari mana. Mertua pun tidak meminta bantuan saya, mungkin karena mereka sudah terbiasa mengelola sendiri, atau justru ingin saya beristirahat dan menyesuaikan diri terlebih dahulu.
Yang paling terasa berbeda adalah pola interaksi sosialnya. Di kampung halaman saya dulu, lingkungan terasa hangat dan spontan. Setiap kali ada orang baru, biasanya langsung disapa dan ditanya kabar. Jika ada hajatan, tetangga datang sendiri ke dapur membantu masak tanpa diminta, apalagi mengharapkan bayaran. Di sini, segalanya terasa lebih transaksional dan terstruktur. Hubungan sosial tampak lebih jelas batasannya.
Melihat pola masyarakat ini, saya masih terus mencari jenis pekerjaan atau kegiatan yang paling cocok untuk saya. Bukan sekadar mencari kesibukan, tapi juga cara untuk menemukan tempat di lingkungan baru ini.
Leave a Comment